Kepala SMAMDA Sidoarjo, M. Zainul Arifin, menyerahkan hadiah kepada kelompok terbaik Baitul Arqom 1 di Auditorium Ki Bagus Hadikusumo, Selasa (3/3/2026). (Moh. Ernam/smamda.sch.id) Kepala SMAMDA Sidoarjo, M. Zainul Arifin, menyerahkan hadiah kepada kelompok terbaik Baitul Arqom 1 di Auditorium Ki Bagus Hadikusumo, Selasa (3/3/2026). (Moh. Ernam/smamda.sch.id)

Dari Dua Hari Ditempa dalam Baitul Arqom, Lahir Tekad Menjadi Kader Beriman, Berilmu, dan Berakhlak

Moh. Ernam | 05 Maret 2026

Detail Berita:


SMAMDA.SCH.ID — Suasana haru dan penuh semangat menyelimuti penutupan Baitul Arqom 1 di SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo (SMAMDA), Selasa (3/3/2026). Setelah dua hari ditempa dengan materi penguatan aqidah dan ibadah, para murid membawa tekad baru untuk menjadi pribadi yang lebih beriman, berilmu, dan santun di tengah derasnya tantangan zaman.

Kegiatan tersebut resmi ditutup oleh Kepala SMAMDA, M. Zainul Arifin. Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa syukur atas kelancaran seluruh rangkaian acara. Ia menilai kesungguhan peserta tampak dari antusiasme serta testimoni yang disampaikan, baik oleh murid putra maupun putri.

“Alhamdulillah, anak-anak menunjukkan niat yang kuat dan keseriusan dalam mengikuti kegiatan ini. Materi yang diberikan relevan dengan kondisi generasi saat ini,” ujarnya.

Ia juga menanggapi laporan panitia terkait beberapa peserta yang belum dinyatakan lulus. Menurutnya, hal tersebut bukanlah bentuk kegagalan, melainkan bagian dari proses pembinaan yang harus disikapi dengan bijak. Evaluasi itu akan menjadi pijakan untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan Baitul Arqom pada periode berikutnya.

Mengusung tema Penguatan Aqidah dan Ibadah Menuju Kader Muhammadiyah yang Beriman, Berilmu, dan Santun di Tengah Tantangan Zaman, kegiatan ini diharapkan tidak berhenti sebagai agenda seremonial. Zainul menegaskan bahwa ilmu yang diperoleh harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

“Ilmu yang didapat tidak boleh berhenti di ruang kegiatan, tetapi harus diwujudkan dalam sikap dan perilaku sehari-hari,” tegasnya.

Ia juga menyoroti fenomena pergaulan remaja yang kian kompleks, terutama dalam penggunaan media sosial. Gawai, menurutnya, dapat menjadi sarana meraih kebaikan sekaligus berpotensi menjerumuskan jika tidak digunakan secara bijak. Karena itu, murid SMAMDA diharapkan mampu menjaga adab dalam bermedia sosial serta tetap berpegang pada nilai-nilai Islam.

Di akhir kegiatan, panitia mengumumkan juara kelompok terbaik. Kategori putri: Juara 1 Kelompok Mujadalah (Kelas Fatmawati), Juara 2 Kelompok Al Muzammil (Kelas Fatmawati), dan Juara 3 Kelompok Al Kahfi (Kelas Siti Ummiyah). Kategori putra: Juara 1 Kelompok Al-Ashr (Ir. Juanda), Juara 2 Kelompok Al-Kautsar (Kelas Buya Hamka), dan Juara 3 Kelompok Al-Kautsar (Kelas Jenderal Sudirman).

Baitul Arqom 1 pun resmi ditutup. Namun, proses pembentukan karakter dan penguatan nilai keislaman di SMAMDA terus berlanjut, demi melahirkan kader-kader Muhammadiyah yang tangguh dan berakhlak mulia.


Editor: Muhammad Mauludi Falakhy

Berita Lain Semua Berita

Literasi GTK Semua Literasi

Copyright © 2023 SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo