Detail Berita:
SMAMDA.SCH.ID — Kreativitas murid kelas XI SMA Muhammadiyah 2 (SMAMDA) Sidoarjo kembali terpancar melalui karya seni batik tulis berpola organis yang mengangkat keindahan flora dan fauna khas Indonesia. Kegiatan dalam mata pelajaran Seni Rupa ini menjadi wadah bagi murid untuk mengembangkan kemampuan artistik sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap budaya Nusantara.
Dengan bimbingan Rif Rinda Himmatul Izza dan Purwita Chirnicalia, para murid menuangkan berbagai unsur alam Indonesia ke dalam motif batik tulis. Burung merak dan burung cendrawasih menjadi ikon utama yang dipadukan dengan bunga sepatu, bunga cempaka, cengkeh, serta aneka rempah Nusantara. Perpaduan tersebut menghasilkan karya batik yang indah, harmonis, dan sarat makna budaya.
Belajar Membatik dengan Ketelitian dan Kesabaran
Dalam proses pembuatannya, murid belajar mulai dari menggambar pola hingga pewarnaan menggunakan teknik batik tulis tradisional. Seluruh tahapan dilakukan dengan penuh ketelitian dan kesabaran agar menghasilkan motif yang rapi dan artistik.
Rif Rinda Himmatul Izza menjelaskan bahwa tema flora dan fauna Indonesia dipilih untuk memperkenalkan kembali kekayaan alam dan budaya bangsa kepada generasi muda.
“Batik bukan hanya warisan budaya, tetapi juga media ekspresi. Anak-anak kami dorong untuk mengeksplorasi ide mereka sendiri dengan tetap mengangkat ciri khas Indonesia,” ujarnya.
Purwita Chirnicalia menambahkan bahwa pembelajaran seni rupa tidak hanya berorientasi pada hasil karya, tetapi juga pembentukan karakter murid.
“Melalui proses membatik, murid belajar tentang ketelitian, kreativitas, kerja sama, dan kesabaran. Nilai-nilai itu penting dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya.
Bangga Mengangkat Budaya Indonesia
Setiap karya menampilkan karakter yang berbeda. Ada motif cendrawasih yang dipadukan dengan sulur rempah-rempah, ada pula burung merak yang dikelilingi bunga cempaka dan dedaunan tropis. Keberagaman motif tersebut menunjukkan kemampuan murid dalam mengembangkan imajinasi tanpa meninggalkan unsur tradisional batik Indonesia.
Salah satu murid kelas XI-2, Adzra Aramintana Az-Zahra, mengaku senang dapat belajar membatik secara langsung.
“Awalnya saya merasa proses membatik itu sulit, tetapi setelah mencoba ternyata sangat menyenangkan. Saya jadi lebih menghargai batik karena pembuatannya membutuhkan kesabaran dan ketelitian,” ungkapnya.
Hal serupa disampaikan Keira Aeriona Susanto dari kelas XI-1 yang merasa bangga dapat menuangkan ide kreatif ke dalam karya batik bernuansa budaya Indonesia.
“Saya senang karena bisa menuangkan ide sendiri ke dalam motif batik. Rasanya bangga ketika melihat hasil karya kami memiliki unsur budaya Indonesia yang kuat,” katanya.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen SMAMDA dalam mendukung pelestarian budaya Indonesia melalui pembelajaran kreatif dan menyenangkan. Melalui karya batik tulis berpola organis ini, murid kelas XI membuktikan bahwa generasi muda mampu berinovasi tanpa meninggalkan akar budaya bangsa.
Editor : Khusnul Isa