Muhammad Wa’il Arif Syammallakh (tengah) dari Gaza, Palestina, memberikan nasihat kepada murid kelas X SMAMDA Sidoarjo di Auditorium Ki Bagus Hadikusumo, Kamis (5/3/2026). (Moh. Ernam/smamda.sch.id) Muhammad Wa’il Arif Syammallakh (tengah) dari Gaza, Palestina, memberikan nasihat kepada murid kelas X SMAMDA Sidoarjo di Auditorium Ki Bagus Hadikusumo, Kamis (5/3/2026). (Moh. Ernam/smamda.sch.id)

Syekh dari Palestina Beri Wasiat Ilmu dan Hormat Guru di Hadapan Murid Kelas X SMAMDA Sidoarjo

Moh. Ernam | 06 Maret 2026

Detail Berita:


SMAMDA.SCH.ID — Suasana Auditorium Ki Bagus Hadikusumo SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo (SMAMDA) tampak khidmat, Kamis (5/3/2026). Ratusan murid kelas X menyimak dengan penuh perhatian saat Muhammad Wa’il Arif Syammallakh, seorang syekh dari Gaza, Palestina, hadir dan menyampaikan tausiyah penuh makna.

Dalam kesempatan tersebut, Syekh Muhammad Wa’il Arif Syammallakh menyampaikan wasiat berharga tentang pentingnya ilmu (al-‘ilmu). Ia mengajak seluruh murid untuk merenungi firman Allah tentang perbedaan derajat antara orang yang berilmu dan yang tidak berilmu.
“Apakah sama orang yang tahu dengan orang yang tidak tahu? Tentu tidak sama,” ungkapnya, mengutip makna ayat Al-Qur’an. Menurutnya, ilmu adalah cahaya, sedangkan kebodohan adalah kegelapan. Tanpa ilmu, manusia akan berjalan dalam gelap.

Ia juga mengingatkan doa yang diajarkan Allah kepada Rasulullah SAW, “Rabbi zidni ‘ilma” (Ya Tuhanku, tambahkanlah ilmuku). Doa tersebut menunjukkan betapa pentingnya ilmu dalam kehidupan seorang Muslim.

Syekh turut menyampaikan hadis tentang keutamaan penuntut ilmu. Ia menjelaskan bahwa seluruh penghuni langit dan bumi, bahkan ikan-ikan di lautan, memohonkan ampun kepada Allah bagi orang yang menuntut ilmu. Gambaran tersebut, katanya, menunjukkan betapa mulianya kedudukan para pencari ilmu di sisi Allah SWT.
“Bayangkan betapa mulianya penuntut ilmu. Seluruh makhluk mendoakan mereka,” tuturnya.

Ia pun mengajak murid SMAMDA untuk bersyukur karena telah diberi kemudahan dan fasilitas yang nyaman dalam menuntut ilmu. Menurutnya, kesempatan belajar dengan tenang dan dukungan sarana yang memadai adalah nikmat besar yang harus dimanfaatkan dengan sungguh-sungguh.
Selain tentang ilmu, Syekh juga berpesan agar murid senantiasa menghormati guru. Ia mengibaratkan para guru sebagai pewaris tugas para nabi dalam menyampaikan ilmu. Karena itu, penghormatan kepada guru harus diberikan dengan penuh adab dan ketulusan.
“Sehebat apa pun prestasi kalian, tanpa rasa hormat kepada guru, semua itu tidak ada nilainya,” tegasnya.

Ia menutup tausiyah dengan mengajak seluruh murid untuk mencintai ilmu, bersungguh-sungguh dalam belajar, serta memuliakan guru sebagaimana mereka menghormati dan menyayangi orang tua di rumah.

Kehadiran Syekh dari Gaza ini menjadi momentum berharga bagi murid kelas X SMAMDA untuk semakin meneguhkan semangat menuntut ilmu dan memperkuat adab dalam kehidupan sehari-hari.


Editor: Muhammad Mauludi Falaakhy

Berita Lain Semua Berita

Literasi GTK Semua Literasi

Copyright © 2023 SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo