Pratiwi Samsugiyarni, guru SMAMDA Sidoarjo, menunjukkan Gold Medal yang diraihnya pada ME Award 2026 di Universitas Muhammadiyah Malang, Sabtu (8/8/2026). (Dian Arif Fajar/smamda.sch.id) Pratiwi Samsugiyarni, guru SMAMDA Sidoarjo, menunjukkan Gold Medal yang diraihnya pada ME Award 2026 di Universitas Muhammadiyah Malang, Sabtu (8/8/2026). (Dian Arif Fajar/smamda.sch.id)

StoryScape AI, Dari Kegelisahan Murid hingga Gold Medal ME Award 2026

Pratiwi Samsugiyarni | 13 Agustus 2026

Detail Berita:


SMAMDA.SCH.ID — Saya masih ingat kegelisahan yang muncul ketika melihat kemampuan kosakata Bahasa Inggris murid-murid saya belum seperti yang saya harapkan. Mereka sebenarnya memiliki banyak ide, tetapi sering kesulitan menuangkannya karena keterbatasan kosakata.

Kegelisahan itu kemudian membawa saya berpikir. Saya membutuhkan sebuah media pembelajaran yang tidak hanya membantu murid memahami materi, tetapi juga memberi mereka ruang untuk mengeksplorasi, menulis, berkreasi, dan bercerita.

Dari situlah StoryScape AI mulai saya kembangkan.

Saya ingin menghadirkan pembelajaran Bahasa Inggris yang lebih dekat dengan dunia murid. Mereka tidak hanya membaca sebuah cerita, tetapi juga diajak mengenali kosakata, mengembangkan ide, menulis cerita kreatif, kemudian menceritakan kembali cerita tersebut menggunakan bahasa mereka sendiri.

Bagi saya, proses belajar seperti itu jauh lebih bermakna. Murid tidak berhenti sebagai pembaca. Mereka berkembang menjadi pencipta sekaligus pencerita.

Berawal dari Kegelisahan

Ide StoryScape AI semakin kuat ketika saya melihat data kemampuan Bahasa Inggris secara nasional. Nilai rata-rata nasional TKA Bahasa Inggris tahun 2025 tercatat 24,93. Data tersebut menjadi salah satu pengingat bagi saya bahwa kemampuan Bahasa Inggris, khususnya pemahaman kosakata, masih membutuhkan perhatian.

Saya kemudian mencoba mencari cara agar pembelajaran kosakata tidak terasa sebagai aktivitas menghafal semata.

Teknologi kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI) menjadi salah satu peluang yang saya lihat. Namun, sejak awal saya tidak ingin AI mengambil alih proses belajar murid.

Saya justru ingin menjadikan AI sebagai mitra belajar.

Melalui StoryScape AI, teknologi digunakan untuk membuka ruang eksplorasi. Murid tetap menjadi pihak yang berpikir, menentukan ide, mengembangkan cerita, menulis, dan menyampaikan kembali gagasannya.

AI hanya menjadi bagian dari proses yang membantu mereka belajar lebih interaktif.

Dari proses tersebut, saya melihat beberapa kemampuan dapat berkembang secara bersamaan. Kosakata bertambah, kemampuan menulis terasah, kreativitas muncul, dan keberanian berkomunikasi mulai tumbuh.

Bertemu ME Award

Perjalanan StoryScape AI kemudian membawa saya mengikuti Muhammadiyah Education (ME) Award 2026. Saya memilih membawa inovasi tersebut ke kategori Inovasi Media Pembelajaran Digital.

Saya tidak pernah menganggap penghargaan sebagai tujuan akhir. Bagi saya, mengikuti ajang seperti ME Award merupakan kesempatan untuk menguji sekaligus mendapatkan masukan terhadap inovasi yang telah dikembangkan.

Namun, ketika nama saya disebut sebagai peraih Gold Medal pada ajang yang diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Sabtu (8/8/2026), tentu ada rasa haru dan bahagia.

Alhamdulillah. Saya sangat bersyukur atas hasil yang diraih melalui StoryScape AI. Penghargaan ini menjadi kebahagiaan sekaligus motivasi bagi saya untuk terus melakukan inovasi dalam pembelajaran Bahasa Inggris.

Saya menyadari bahwa sebuah penghargaan bukanlah garis akhir. Justru, capaian tersebut menjadi pengingat bahwa inovasi harus terus dievaluasi dan dikembangkan.

Saya ingin StoryScape AI tidak berhenti sebagai sebuah karya yang dipresentasikan dalam perlombaan. Saya ingin inovasi ini benar-benar hadir dalam pembelajaran dan memberikan pengalaman yang lebih kreatif, menyenangkan, serta bermakna bagi murid.

Pada akhirnya, perjalanan StoryScape AI bukan sekadar cerita tentang bagaimana saya memanfaatkan teknologi AI dalam pembelajaran.

Ini adalah cerita tentang sebuah kegelisahan yang kemudian melahirkan gagasan.

Tentang bagaimana teknologi dapat menjadi mitra belajar.

Dan yang paling penting, tentang bagaimana sebuah pembelajaran dapat memberi ruang kepada murid untuk menemukan kata-kata mereka sendiri, mengembangkan imajinasi, lalu berani menceritakannya kepada orang lain.

Bagi saya, StoryScape AI bukan sekadar tentang teknologi. Ini tentang menumbuhkan kreativitas, literasi, dan keberanian murid dalam bercerita.


Editor: Moh. Ernam

Berita Lain Semua Berita

Literasi GTK Semua Literasi

Copyright © 2023 SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo